Jembatan Penghubung Terputus Akibat Banjir, Aktivitas Masyarakat Dua Desa di Sigi Terganggu

Masyarakat Desa Matue yang melintas di sungai untuk beraktivitas sesuai dilanda banjir pada Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng/pri.

Greenmind, Sigi — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan dua desa terdampak banjir masih terisolir hingga Senin (18/5/2026). Dua desa tersebut yakni Desa Mataue dan Desa Boladangko, Kabupaten Sigi, Kecamatan Kulawi.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto mengatakan bahwa di Desa Mataue terdapat satu jembatan penghubung Desa Bolapapu, Dusun 1, menuju Desa Mataue, Dusun 2 yang terputus akibat banjir.

“Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut,” ujar Asbudianto dilansir dari ANTARA (18/5).

Asbudianto memaparkan ada sekitar 16 orang kelompok rentan yang masih terisolir di Dusun 2 Desa Mataue, yakni 4 balita, 9 lansia, dan 3 disabilitas.

Sementara itu, akses jalan menuju fasilitas umum seperti Sekolah Dasar (SD), TK, gereja, dan kantor desa di Desa Boladangko mengalami hambatan akibat tertutup material banjir.

“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi disebabkan banjir tersebut, namun kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan sisa material banjir serta pembuatan jembatan darurat dan bronjong,” tutur Asbudianto.

Akibat jembatan penghubung yang terputus, aktivitas masyarakat di Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu hingga kini.

“Untuk aparat Desa Boladangko bersama masyarakat setempat sudah melakukan pembersihan material secara mandiri agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujar Asbudianto.

Menurut Asbudianto, saat ini akses jalan di Desa Boladangko sudah dapat dilalui kendaraan bermotor apabila kondisi arus sungai dalam keadaan normal. 

Lebih lanjut, Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae menyebut bahwa instruksi telah diberikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD setempat untuk membersihkan sisa material banjir di dua desa tersebut. 

“Sudah saya minta alat berat untuk pembuatan jembatan darurat termasuk bronjong di Kulawi agar tidak terjadi banjir susulan di daerah tersebut,” tutur Rizal.

Banjir diketahui terjadi pada Minggu (17/5) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi akibat meningkatnya debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko yang kemudian menyebabkan satu jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue terputus. 

Sumber:

Moh Salam. (2026, 18 Mei). Jembatan putus akibat banjir, 2 desa di Kulawi Sigi Sulteng terisolir. ANTARA News. diakses dari https://www.antaranews.com/berita/5571195/jembatan-putus-akibat-banjir-2-desa-di-kulawi-sigi-sulteng-terisolir 

Editor: Inesia Dian

Bagikan ke :

Leave a Reply