Kerja sama bilateral pemerintah Indonesia bersama Jepang dalam menghadapi tantangan lingkungan global ditegaskan melalui acara 2nd Indonesia–Japan Environment Week yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (11/5/2026).
Acara tersebut merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun 2024 di Tokyo Jepang. Kerja sama dilaksanakan secara aktif oleh Kementerian Lingkungan Hidup kedua negara yang merupakan bagian dari upaya bersama dalam menangani isu-isu lingkungan.
Erik Teguh Primiantoro, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), menegaskan bahwa Hubungan antara Indonesia dan Jepang telah berkembang menjadi kolaborasi yang nyata dan saling memperkuat dalam menangani tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kerja sama Indonesia dan Jepang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dalam mendorong transformasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pengalaman dan teknologi Jepang, dikombinasikan dengan potensi serta kebutuhan Indonesia, menjadi kekuatan besar untuk menghasilkan solusi nyata,” tutur Erik Teguh dalam Siaran Pers KLH/BPLH pada Senin (11/05).
Doi Kentaro, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global, Ministry of Environment Japan (MOEJ) menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama di bidang lingkungan hidup serta mendorong berbagai gagasan berkelanjutan.
“Kami sangat senang dapat membangun masa depan yang lebih baik bersama. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan atas komitmen serta upaya luar biasa dalam mendorong berbagai inisiatif lingkungan. Tahun ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif di bidang lingkungan,” ujar Doi Kentaro.
Kedua negara menyokong pertukaran pengetahuan, peneguhan kapasitas, serta pengembangan inovasi teknologi ramah lingkungan yang dapat dilaksanakan secara luas, khususnya dalam khususnya dalam pengelolaan sampah, pengendalian perubahan iklim, peningkatan kualitas udara, dan penguatan ekonomi sirkular melalui diselenggarakannya acara ini.
KLH/BPLH menilai kolaborasi dengan kepang dapat membuka peluang besar dalam memacu adopsi teknologi hijau dan pengembangan industri ramah lingkungan di Indonesia yang sejalan dengan target nasional dalam mengurangi beban lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
2nd Indonesia–Japan Environment Week menjadi tempat diskusi yang mengumpulkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan untuk memperkokoh kerja sama lintas sektor untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
KLH/BPLH berharap, kerja sama Indonesia dan Jepang dapat diperdalam dan tak hanya pada level kebijakan, namun juga pada pelaksanaan di lapangan, sehingga dapat memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kualitas hidup di kedua negara.
Indonesia dan Jepang yakin dapat mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan dengan mendorong solusi inovatif untuk menghadapi tantangan lingkungan global melalui sinergi yang kuat.
Sumber:
Siaran Pers Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, diakses pada Selasa, 12 Mei 2026, dari https://kemenlh.go.id/news/detail/indonesia-jepang-bangun-poros-diplomasi-lingkungan-untuk-jawab-krisis-global
Editor: Inesia Dian
