Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa sinkronisasi antara komitmen lokal, nasional, dan global penting dilakukan demi terwujudnya penanganan fenomena global boiling dan target nasional emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
“Tantangan kita itu sebetulnya apa yang ditulis di-report ini, yaitu menyambungkan antara komitmen global, nasional, dan lokal. That is our major challenge. Global, nasional, dan lokal,” tutur Bima Arya dilansir dari ANTARA (26/2/2026).
Bima mengungkapkan bahwa dinamika politik di daerah merupakan tantangan tambahan. Pemimpin daerah acap kali dihadapkan dilema antara memenuhi tujuan lingkungan yang teknis dan berjangka panjang dengan mengejar popularitas serta pertumbuhan ekonomi.
Hambatan lapangan pun turut disorot, seperti rumitnya peralihan transportasi publik ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta ketergantungan ekonomi pada sektor industri yang masih menghasilkan emisi di berbagai wilayah.
Bima menjelaskan bahwa Kemendagri berperan aktif untuk memastikan instrumen perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah tetap akuntabel dan sesuai dengan kebijakan nasional.
“Porsi kami itu lebih kepada memastikan bahwa perencanaan penganggaran di daerah itu senafas dengan global commitment dan national commitment. Jadi dari perencanaan itu, ada juklak (petunjuk pelaksanaan), ada juknis (petunjuk teknis)-nya. Kita keluarkan Permendagri misalnya Nomor 15 Tahun 2024 untuk menjadi dasar bagi kepala daerah untuk mendorong inisiatif-inisiatif investasi hijau,” ujar Bima Arya dilansir dari ANTARA (26/2/2026).
Bima menegaskan komitmen penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya sebagai formalitas dan seremonial semata.
Penerapan gagasan co-creation yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk generasi mudah juga didorong untuk merumuskan strategi dan penguatan pengawasan anggaran.
Bima mengharapkan inovasi berbasis ekologi yang telah dilakukan di beberapa daerah akan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain.
Hal tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin lokal yang inspiratif untuk tercapainya target nasional Net Zero Emission 2026.
Sumber:
Farida Sjofjan Rassat & Benardy Ferdiansyah (2026, 26 Februari). Wamendagri: Sinkronkan perencanaan daerah demi capai emisi nol bersih. ANTARA News. Diakses pada Kamis, 26 Februari 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5439234/wamendagri-sinkronkan-perencanaan-daerah-demi-capai-emisi-nol-bersih
Ega Shepiani. (2026, 26 Februari). Atasi Krisis Iklim, Wamendagri Dorong Sinkronisasi Perencanaan Daerah. detiknews. Diakses pada Kamis, 26 Februari 2026, dari https://news.detik.com/berita/d-8373520/atasi-krisis-iklim-wamendagri-dorong-sinkronisasi-perencanaan-daerah
Editor: Inesia Dian
