Dua Tapir Terekam Kamera Jebak di Mesuji, Hutan Konsesi Masih Jadi Habitat Satwa

Tapir terekam kamera jebak SIL2 di areal HCV PT Silva Inhutani Lampung, Mesuji, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sumber: Kementerian Kehutanan Republik Indonesia

Greenmind.id – Dua ekor tapir (Tapirus indicus) terekam kamera jebak di areal High Conservation Value (HCV) PT Silva Inhutani Lampung, Kabupaten Mesuji, Lampung. Temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa kawasan konservasi di dalam areal konsesi perusahaan masih dimanfaatkan tapir sebagai habitat sekaligus jalur pergerakannya.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, kemunculan tapir di kawasan hutan Register 45 Sungai Buaya, areal konsesi PT Silva Inhutani Lampung, pertama kali terpantau pada Rabu, 1 Juli 2026. Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar memasang dua kamera jebak bernama SIL1 dan SIL2 sejak Senin, 20 Juli hingga Selasa, 1 September 2026 untuk memantau keberadaan, aktivitas, penggunaan habitat, serta jalur pergerakan tapir.

Pemasangan kamera jebak dilakukan setelah tim menemukan jejak tapir pada 20 dan 21 Juli 2026. Hasil pemantauan kemudian memberikan temuan penting mengenai keberadaan satwa tersebut di kawasan HCV PT Silva Inhutani Lampung.

Dua Tapir Terekam Bersamaan di Kamera Jebak

Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan rekaman dari kamera jebak SIL2 menunjukkan dua ekor tapir tertangkap kamera secara bersamaan pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 00.00.48 WIB. Sementara itu, rekaman berikutnya pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 21.18.49 WIB memperlihatkan satu ekor tapir.

Agung mengatakan rekaman tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan apakah tapir yang terekam pada waktu berbeda merupakan individu yang sama atau berbeda. Meski demikian, keberadaan dua tapir dalam rekaman menjadi indikasi kuat bahwa kawasan tersebut masih memiliki fungsi ekologis bagi satwa liar.

Menurut Agung, keberadaan tapir di kawasan HCV juga menunjukkan pentingnya pemantauan secara sistematis untuk mengetahui sebaran, penggunaan habitat, dan potensi populasi tapir di wilayah Mesuji. Pengelolaan habitat perlu diperkuat karena terdapat sejumlah potensi ancaman, seperti fragmentasi dan perubahan habitat, perburuan, pemasangan jerat, serta kemungkinan konflik dengan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Kawasan HCV Mesuji Perlu Dijaga secara Kolaboratif

BKSDA Bengkulu mendorong penambahan titik kamera jebak agar data mengenai keberadaan dan pergerakan tapir yang diperoleh semakin representatif. Intensitas patroli juga perlu ditingkatkan secara kolaboratif oleh PT Silva Inhutani, BKSDA, Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji, dan pihak terkait, terutama di lokasi yang diketahui menjadi habitat atau jalur pergerakan satwa.

Pengelolaan kawasan HCV tidak hanya diarahkan untuk melindungi tapir, tetapi juga seluruh potensi keanekaragaman hayati yang terdapat di dalamnya, termasuk mamalia, burung, herpetofauna, tumbuhan, serta kelompok satwa dan tumbuhan lain yang memiliki nilai konservasi penting.

Komitmen tersebut diperkuat melalui audiensi dan koordinasi Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dengan manajemen PT Silva Inhutani Lampung pada Rabu hingga Kamis, 2–3 September 2026. Dalam pertemuan itu, perusahaan memastikan akan membentuk dan melatih Satuan Tugas (Satgas) Konflik Satwa Liar sesuai arahan BKSDA. Perusahaan juga menyepakati pemasangan kembali kamera jebak di titik atau lokasi berbeda.

Agung mengapresiasi komitmen tersebut dan menilai kerja sama antara pemerintah, perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan satwa liar sekaligus mencegah konflik manusia dengan satwa liar.

Temuan dua ekor tapir melalui kamera jebak SIL2 menjadi indikasi bahwa kawasan hutan dan areal HCV di Mesuji masih menyimpan keanekaragaman hayati yang penting. Karena itu, perlindungan habitat, pemantauan populasi, penelitian, pengamanan kawasan, dan penguatan peran masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Sumber: kehutanan.go.id

Bagikan ke :

Leave a Reply