Siapa Sangka, 1.000 Botol Plastik Bisa Jadi Perahu yang Bisa Berlayar!

Foto: Jamal Ramadhan

Sebanyak 43 perahu rakitan dari ribuan botol plastik bekas ikut ambil bagian. Kreativitas petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) dari 44 kecamatan menyulap limbah sekali pakai menjadi perahu berbentuk hiu, ular, kendaraan tempur, hingga replika masjid.

Foto: Jamal Ramadhan

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Affan Andriansyah Idris, menyebut festival ini menjadi momentum menghidupkan kembali fungsi sungai. “Sungai itu cikal bakal perkembangan Jakarta. Karena secara geografis, ibu kota dilintasi 13 sungai dan kali. Tradisi masyarakat Betawi pun dulu sangat lekat dengan sungai,” ujarnya.

Komitmen Penataan Sungai

Affan menambahkan, Pemprov DKI saat ini tengah serius menata sungai dan kali, termasuk mengatasi persoalan sampah. Ia menegaskan, partisipasi warga menjadi kunci. “Kalau kualitas sungai lebih baik, wisata air, pelestarian budaya, maupun lingkungan bisa berjalan beriringan,” katanya.

Langkah konkret mulai dilakukan lewat rencana menjadikan Kanal Banjir Barat (KBB) sebagai destinasi wisata sungai. Program percontohan ini ditargetkan selesai pada 2026, dengan konsep wisata perahu yang sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Foto: Jamal Ramadhan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menambahkan bahwa festival juga menjadi sarana edukasi. “Satu perahu saja membutuhkan antara 700 hingga 1.000 botol plastik. Ini bukti bahwa sampah bisa diberdayakan menjadi produk bernilai,” jelasnya.

Edukasi dan Inovasi Lingkungan

Selain parade, acara juga diramaikan dengan pameran produk daur ulang dari berbagai kelurahan. Asep memastikan, kegiatan serupa akan terus digelar lebih besar di tahun berikutnya. “Tahun depan kita akan buat lebih besar dengan mengusung tema budaya,” tandasnya.

Bagikan ke :