Bukan Hanya di Indonesia, Ini Lokasi Instalasi Zyclonic di Berbagai Negara

Instalasi Zyclonic di Aceh Tamiang. Dok: Gocement

Zyclonic bukan hanya konsep teknologi pengolahan limbah di atas kertas. Sistem ini sudah dipasang dan digunakan di berbagai lokasi, baik di Indonesia maupun di sejumlah negara lain.

Sebagai sistem pengolahan limbah cair lanjutan setelah septic tank, Zyclonic diterapkan di fasilitas publik dan komunitas yang membutuhkan pengelolaan sanitasi lebih aman, terutama di wilayah dengan infrastruktur terbatas atau dalam kondisi pemulihan pascabencana.

Pasir Luyu, Bandung

Salah satu instalasi Zyclonic berada di Pasir Luyu, Bandung. Di kawasan ini, pengelolaan limbah domestik sebelumnya belum sepenuhnya tertata. Risiko pencemaran lingkungan, termasuk ke aliran Sungai Citarum, menjadi perhatian.

Dengan pemasangan Zyclonic di fasilitas MCK, limbah cair tidak langsung dibuang, tetapi diproses terlebih dahulu melalui tahap biologis, aerasi, dan penyaringan. Air yang dihasilkan lebih aman sebelum dilepas ke lingkungan.

Aceh Tamiang: Kebutuhan Sanitasi Pasca Banjir

Zyclonic juga dipasang di Aceh Tamiang untuk mendukung kebutuhan sanitasi pasca bencana banjir. Dalam kondisi darurat, keberadaan toilet saja tidak cukup. Limbah yang tidak dikelola dengan baik bisa meningkatkan risiko penyakit dan memperburuk kondisi lingkungan.

Sistem pengolahan lanjutan membantu memastikan limbah cair tetap diproses sebelum dibuang, sehingga fasilitas sanitasi tetap memenuhi standar yang lebih aman meski dalam situasi terbatas.

Sekolah dan Kawasan Pasca Bencana

Selain itu, Zyclonic telah diterapkan di sejumlah sekolah serta kawasan pasca bencana seperti di Lombok dan beberapa komunitas di Yogyakarta. Lokasi-lokasi ini menunjukkan bahwa sistemnya dirancang fleksibel dan dapat digunakan di berbagai kondisi.

Satu unit Zyclonic mampu melayani sekitar lima bilik toilet dengan kapasitas pengolahan 1.500–2.000 liter. Skala ini membuatnya cocok untuk fasilitas publik kecil hingga menengah yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah terpusat.

Instalasi Zyclonic di Luar Negeri

Selain di Indonesia, teknologi pengolahan limbah cair Zyclonic juga telah dipasang di berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperbaiki sanitasi di fasilitas publik maupun komunitas.

Beberapa lokasi internasional di antaranya:

  • Arafat, Arab Saudi – dipasang untuk kebutuhan fasilitas di kawasan yang ramai dikunjungi jamaah.
  • Long Phu C Primary School, Vietnam – mendukung sanitasi di lingkungan sekolah.
  • Asryan Community, Bangladesh – bagian dari program peningkatan sanitasi komunitas.
  • Beberapa lokasi di Thailand, seperti: Police Apartments, Buddhist Temple Park, Khlong Mae Kha, Kindergarten Islamic School, serta BMW Performance Showroom.
  • eThekwini Municipality, Afrika Selatan – dipasang di fasilitas publik untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik.

Pemasangan di berbagai negara ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk sistem pengolahan limbah yang lebih baik bukan hanya persoalan lokal, tetapi menjadi perhatian global. Setiap instalasi menjadi contoh bagaimana teknologi bisa membantu menyediakan sanitasi yang lebih aman dan lingkungan yang lebih terjaga, tanpa harus menunggu instalasi besar atau infrastruktur kompleks.

Mengapa Lokasi Instalasi Penting?

Mengetahui lokasi pemasangan Zyclonic menunjukkan bahwa kebutuhan sanitasi tidak sama di setiap tempat. Di wilayah padat, sistem ini membantu mengurangi risiko pencemaran. Di daerah pascabencana, kehadirannya menjaga fasilitas tetap layak digunakan. Di sekolah dan fasilitas publik, pengelolaan limbah yang lebih baik berarti lingkungan yang lebih aman bagi banyak orang.

Karena itu, instalasi Zyclonic bukan sekadar urusan teknis memasang tangki atau sistem filtrasi. Ia hadir di titik-titik yang memang membutuhkan solusi nyata untuk pengelolaan limbah cair.

Dari Indonesia hingga berbagai negara lain, pemasangan ini memperlihatkan satu pola yang sama: perbaikan sanitasi sering dimulai dari langkah praktis di tingkat fasilitas dan komunitas. Bukan selalu proyek besar berskala kota, tetapi keputusan sederhana untuk memastikan limbah diolah dengan benar sebelum kembali ke lingkungan.

Bagikan ke :

Leave a Reply