Zyclonic Dipasang di Aceh Tamiang untuk Dukung Pemulihan Pascabanjir

Instalasi Zyclonic di RSUD Aceh Tamiang. Dok: Gocement

Banjir yang terjadi pada Sabtu, 22 November 2026 di Aceh Tamiang meninggalkan dampak serius, termasuk pada sektor sanitasi. Di sejumlah titik, fasilitas MCK tidak memadai dan sistem pengelolaan limbah terganggu. Dalam situasi pascabencana, kondisi seperti ini bisa berkembang menjadi krisis sanitasi jika tidak segera ditangani.

Saat ini, Aceh Tamiang masih dalam fase pemulihan intensif. Selain perbaikan infrastruktur fisik, penguatan sistem sanitasi menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Sanitasi Jadi Prioritas Pascabencana

Ketika banjir melanda, yang terdampak bukan hanya rumah dan jalan. Sistem sanitasi ikut terganggu. Toilet yang tidak memadai dan pengelolaan limbah yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan.

Karena itu, perbaikan sanitasi menjadi langkah strategis dalam pemulihan. Tanpa sistem pengolahan limbah yang baik, lingkungan berisiko kembali tercemar, terutama di fasilitas publik dengan aktivitas tinggi.

Instalasi di Fasilitas Vital

Sebagai bagian dari program CSR, pemasangan sistem pengolahan limbah cair Zyclonic dilakukan di tiga lokasi utama:

  • Kantor Bupati Aceh Tamiang
  • RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang
  • Pesantren Daru Mukhlisin

Ketiga lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat. Rumah sakit membutuhkan standar kebersihan yang konsisten, sementara pesantren dan kantor pemerintahan melayani banyak pengguna setiap hari. Penguatan sistem sanitasi di titik-titik ini menjadi langkah awal yang strategis.

Masih dalam Tahap Pemasangan

Saat ini, tangki Zyclonic masih dalam tahapan proses pemasangan. Setelah selesai dan beroperasi, sistem ini akan berfungsi sebagai pengolahan lanjutan setelah septic tank.

Artinya, limbah cair tidak langsung dibuang ke lingkungan. Limbah akan melalui proses biologis dan penyaringan terlebih dahulu agar kualitas airnya lebih aman sebelum dilepas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kembali sistem sanitasi yang lebih terkontrol. Pascabanjir, pemulihan tidak hanya soal memperbaiki yang rusak, tetapi juga memperkuat sistem agar lebih siap menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.

Bagikan ke :

Leave a Reply