Di belahan bumi manapun, hewan dan tumbuhan hidup di alam bebas. Di setiap sela-sela kehidupan manusia, akan selalu ada tumbuhan dan hewan yang menyertai. Flora dan fauna, sebutan bagi mereka yang berjasa bagi kehidupan manusia. Mereka merupakan elemen utama keanekaragaman hayati, berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Flora dan fauna merupakan anugerah yang diberikan alam. Kehadirannya penting untuk kehidupan di bumi ini. Tentunya, manusia dapat menikmati dan merasakan manfaat yang diberikan. Oleh karenanya, setiap flora dan fauna di dunia harus dijaga dan dilestarikan dengan baik.
Latar Belakang World Wildlife Day (Hari Kehidupan Liar Sedunia)
World Wildlife Day atau Hari Kehidupan Liar Sedunia hadir sebagai ajang pengingat bagi manusia pada berbagai manfaat yang diberikan oleh flora dan fauna.
Hari penting tersebut diputuskan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations General Assembly) ke-68 pada tanggal 20 Desember 2013 untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran akan flora dan fauna liar dunia.
Tanggal 3 Maret sendiri dipilih berdasarkan hari diadopsinya Konvensi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) pada tahun 1973 yang memiliki peran penting dalam memastikan bahwa perdagangan internasional tidak mengancam kelangsungan hidup spesies.
Dalam laman resmi PBB, disebutkan bahwa CITES bekerja sama dengan organisasi-organisasi PBB terkait lainnya, memfasilitasi pelaksanaan Hari Kehidupan Liar Sedunia. Dengan 183 Negara Anggota, CITES tetap menjadi salah satu alat paling ampuh di dunia untuk konservasi keanekaragaman hayati melalui pengaturan perdagangan flora dan fauna liar.
Makna di Balik World Wildlife Day
Hadirnya World Wildlife Day atau Hari Kehidupan Liar Sedunia menjadi kesempatan untuk merayakan berbagai bentuk flora dan fauna lliar yang indah dan beragam, serta meningkatkan kesadaran akan banyaknya manfaat yang diberikan kepada manusia.
Sebagaimana disebutkan Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam situs resminya, flora dan fauna yang hidup di alam liar memiliki nilai intrinsik dan berkontribusi pada aspek ekologi, genetik, sosial, ekonomi, ilmiah, pendidikan, budaya, rekreasi dan estetika kesejahteraan manusia serta pembangunan berkelanjutan yang tidak terhitung nilainya.
Tak hanya itu, Hari Kehidupan Liar Sedunia Juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian manusia untuk sama-sama melakukan upaya perlawanan terhadap kejahatan kepada flora dan fauna. Karena jika terus terjadi, kejahatan pada flora dan fauna ini dapat berdampak luas pada kehidupan.
Kejahatan yang dilakukan manusia terhadap flora dan fauna dapat mengurangi jumlah spesies mereka, dan hal tersebut dapat menimbulkan dampak bagi ekonomi, lingkungan, dan sosial yang luas. Dengan mengancam keberadaan flora dan fauna, sama saja mengancam kehidupan kita sendiri.
Tema World Wildlife Day 2026
Mengacu pada laman resmi wildlifeday.org, Hari Kehidupan Liar atau World Wildlife Day (WWD2026) memiliki tema “Medicinal and Aromatic Plants: Conserving Health, Heritage and Livelihoods”
Tema tersebut akan menyoroti peran penting tanaman obat dan aromatik.Tanaman obat dan aromatik atau Medicinal and Aromatic Plants (MAPs) merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekologis.
Di berbagai belahan dunia, orang-orang mengumpulkan dan menggunakan MAPs seperti Ginseng Amerika (Panax quinquefolius), spikenard (Nardostachys grandiflora) and agarwood (Aquilaria, Gonystylus and Gyrinops species), untuk mencegah dan mengobati penyakit.
Situs resmi CITES menyebutkan World Health Organization (WHO) mengakui pentingnya tanaman-tanaman tersebut, terutama di negara-negara berkembang. 70-95 persen penduduknya bergantung pada pengobatan tradisional untuk perawatan kesehatan primer. Tanaman-tanaman ini menjadi dasar sistem kesehatan di banyak negara dan tetap vital bagi farmasi modern, karena banyak senyawa obat aktif diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari sumber alami, meskipun ada kemajuan dalam kimia sintetis.
Selain itu, MAPs juga berperan penting dalam mendukung ekosistem dengan menstabilkan tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan menyediakan sumber daya penting bagi hewan penyerbuk, seperti lebah dan burung kolibri. Namun, banyak spesies berharga ini menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari perusakan habitat, penangkapan berlebihan, dan perdagangan ilegal, sehingga konservasinya menjadi prioritas global.
Namun, kini berbagai spesies tumbuhan penting tersebut menghadapi ancaman yang semakin meningkat. Lebih dari 20 persen spesies tumbuhan yang digunakan secara global untuk tujuan obat-obatan dan aromatik dikategorikan sebagai terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, terutama akibat penebangan berlebihan, kerusakan habitat, perubahan iklim, dan perdagangan internasional yang tidak teratur atau ilegal.
Fokus Kegiatan World Wildlife Day 2026
Berkolaborasi dengan United Nations Development Programme (UNDP), International Fund for Animal Welfare (ifaw), Jackson Wild dan pihak-pihak lainnya, perayaan World Wildlife Day 2026 (WWD2026) secara global akan diselenggarakan melalui kegiatan tatap muka dan daring serta bertujuan untuk:
- Merayakan Upaya Konservasi – Berbagi contoh inspiratif dari inisiatif pengelolaan berkelanjutan yang berkontribusi pada konservasi tanaman obat dan aromatik, menggunakan media kreatif seperti karya seni remaja, fotografi, dan film.
- Memperkuat Pengetahuan dan Kesadaran – Memberikan data dan wawasan kepada pembuat kebijakan, pendidik, konservasionis, pemuda, dan masyarakat umum tentang kontribusi MAPs, tantangan konservasi, dan ketentuan CITES yang mengatur perdagangan internasional spesies MAPs untuk pemangku kepentingan industri dan konsumen.
- Mendorong Penelitian, Inovasi, dan Kemitraan – Menghubungkan lembaga pemerintah, organisasi konservasi, peneliti, dan praktisi obat tradisional untuk bertukar pengalaman dan strategi dalam penggunaan berkelanjutan MAPs.
Meningkatkan kesadaran, memperkuat regulasi, dan memastikan keberlanjutan penebangan serta perdagangan merupakan hal yang sangat penting agar sumber daya tumbuhan yang tak ternilai ini dapat bertahan di alam liar.
Oleh karenanya, masyarakat luas perlu mengetahui Hari Kehidupan Liar Sedunia agar flora dan fauna di dunia selalu terjaga keberadaannya. Karena flora dan fauna merupakan salah satu tonggak kehidupan yang tak ternilai harganya.
Sumber:
Wildlifeday. (2026). About World Wildlife Day. United Nations World Wildlife Day. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://www.wildlifeday.org/en/about
PSLH. (2022, 8 Maret). Peringatan Hari Alam/Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day). Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://pslh.ugm.ac.id/peringatan-hari-alam-kehidupan-liar-sedunia-world-wildlife-day/
Indonesia.un.org. World Wildlife Day – 3 March. United Nations Indonesia. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://indonesia.un.org/en/261642-world-wildlife-day-3-march
United Nations. World Wildlife Day 3 March. United Nations. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://www.un.org/en/observances/world-wildlife-day/background
CITES. (2026, 12 Januari). Medicinal and Aromatic Plants: Conserving Health, Heritage and Livelihoods for World Wildlife Day 2026. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://cites.org/eng/news/pr/world-wildlife-day-2026-theme-medicinal-aromatic-plants
CITES. (2026, 9 Februari). One month to United Nations World Wildlife Day 2026: 5 Ways to Get Involved. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://cites.org/eng/news/one-month-to-world-wildlife-day-2026
CITES. (2026i). World Wildlife Day 2026 Concept Note Medicinal and Aromatic Plants: Conserving Health, Heritage and Livelihoods. Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Diakses pada Selasa, 03 Maret, dari https://cites.org/sites/default/files/eng/events/wwd/2026/WWD2026_ConceptNote_EN.pdf
Editor: Inesia Dian
