Belum lama ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai daerah di Indonesia. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 1.966.308 kasus ISPA sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Angka ini menandai lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Para ahli menyebut kenaikan kasus ini dipicu oleh tingginya polusi udara, cuaca panas ekstrem, serta kepadatan penduduk yang mempercepat penyebaran infeksi. Kombinasi faktor tersebut membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun dan lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Apa Itu ISPA?
ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas (hidung, faring, sinus, tenggorokan) maupun bawah (bronkus, paru-paru, alveolus).
Menurut Journal of Nursing and Public Health (2025), ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur, dan menimbulkan berbagai penyakit mulai dari influenza, laringitis, sinusitis, hingga pneumonia.
Penularan ISPA umumnya terjadi melalui droplet (percikan air liur) saat seseorang batuk atau bersin, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, serta aerosol yang mengandung mikroorganisme di udara.
Polusi udara yang dihasilkan kendaraan, industri, maupun pembakaran sampah dapat memperparah risiko infeksi karena merusak lapisan pelindung saluran pernapasan.
Kenali Gejala ISPA
Mengetahui gejala sejak dini membantu mencegah ISPA berkembang lebih parah. Berdasarkan situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut gejala umum ISPA yang perlu diwaspadai:
- Batuk (kering atau berdahak)
- Pilek dan hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan atau sensasi terbakar saat menelan
- Demam (peningkatan suhu tubuh di atas normal)
- Sesak napas atau napas terasa berat
- Sakit kepala, nyeri otot, dan sendi
- Lemas, suara serak, bahkan hilangnya suara
- Mual, muntah, atau diare pada beberapa kasus
- Menurunnya nafsu makan
Jika mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Langkah Pencegahan ISPA
Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan lonjakan kasus ISPA. Berikut beberapa cara yang disarankan oleh Kemenkes:
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Masker membantu menyaring partikel berbahaya dan mengurangi risiko terpapar polusi maupun virus. - Berolahraga di dalam ruangan.
Saat kualitas udara buruk, hindari olahraga di luar rumah untuk mencegah paparan polutan. - Cukupi kebutuhan cairan tubuh.
Minum minimal 2 liter air per hari untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan. - Hindari kontak dengan orang bergejala ISPA.
Jaga jarak aman dan hindari kontak langsung dengan penderita. - Mandi setelah bepergian.
Membersihkan tubuh membantu mengurangi partikel polutan yang menempel pada kulit dan rambut. - Gunakan pembersih udara (air purifier).
Alat ini membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap bersih. - Konsumsi makanan bergizi seimbang.
Perbanyak buah, sayur, dan makanan kaya vitamin C serta antioksidan untuk memperkuat sistem imun. - Cuci tangan secara rutin.
Pastikan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau menyentuh wajah.
Menjaga Diri di Tengah Lonjakan Kasus ISPA
Lonjakan kasus ISPA menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan pernapasan harus menjadi prioritas, terutama di tengah kondisi polusi dan cuaca ekstrem.
Langkah sederhana seperti mengenakan masker, menjaga kebersihan, dan memperhatikan pola makan sehat bisa memberikan perlindungan besar bagi tubuh. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila gejala tidak kunjung membaik.
Dengan kesadaran bersama, risiko penularan ISPA dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sumber:
- Fatkhiya, M. F., Desiani, E., Al Jeff, J., Prasetyo, E. B., Wiwiduri, W., & Sakti, M. (2024). Penyuluhan tentang pengenalan dan pencegahan penyakit ISPA di Desa Bebel Pekalongan. BESIRU: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 55–61. https://web.archive.org/web/20190629032018id_/http://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id:80/index.php/JKPN/article/download/378/pdf
- Susanti, S., Puspita, Y., & Sari, W. I. P. E. (2025). Hubungan perilaku merokok orang tua terhadap kejadian ISPA pada balita. Journal of Nursing and Public Health, 13(1), 51–58. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jnph/article/download/8486/5883
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Mengenali gejala ISPA dan tindakan yang perlu dilakukan. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenali-gejala-ispa-dan-tindakan-yang-perlu-dilakukan
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). 8 langkah bijak terhindar dari bahaya ISPA akibat polusi udara. Unit Pelayanan Kemenkes. https://upk.kemkes.go.id/new/8-langkah-bijak-terhindar-dari-bahaya-ispa-akibat-polusi-udara
- Kompas TV. (2025, Oktober). Hati-hati, cuaca panas ekstrem buat kasus ISPA di Jakarta melonjak. https://www.kompas.tv/amp/info-publik/624820/hati-hati-cuaca-panas-ekstrem-buat-kasus-ispa-di-jakarta-melonjak?page=all
- Metro TV News. (2025, Oktober). Waspada lonjakan ISPA, Kemenkes ingatkan masyarakat rajin gunakan masker. https://www.metrotvnews.com/play/NleC8g0Q-waspada-lonjakan-ispa-kemenkes-ingatkan-masyarakat-rajin-gunakan-masker
- Wiranto. (2025, Oktober). Hampir 2 juta kasus mirip COVID “ngegas” di DKI, Kemenkes RI pasang radar. DetikHealth. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8164632/hampir-2-juta-kasus-mirip-covid-ngegas-di-dki-kemenkes-ri-pasang-radar
Editor: Inesia Dian
