Di tengah bayang-bayang krisis global dan ancaman kerawanan pangan, sektor pertanian kembali menjadi benteng pertahanan paling vital. Menariknya, perhatian terhadap sektor ini kini datang dari tempat yang tidak biasa, para pendiri perusahaan teknologi raksasa dunia. Jack Ma (Alibaba Group), Bill Gates (Microsoft), dan Mark Zuckerberg (Meta) sama-sama mengambil langkah strategis dengan berinvestasi langsung di dunia pertanian.
Jack Ma: Kembali ke China untuk Bertani dan Berinovasi

Setelah sempat “menghilang”, Jack Ma kembali ke China dengan langkah yang lebih tenang: mendalami pertanian. Ia berinvestasi pada startup teknologi pertanian dan perikanan bernama 1.8 Meters Marine Technology (Zhejiang) Co. di Hangzhou, China, dengan modal awal mencapai Rp232 miliar. Startup ini bergerak di bidang pemrosesan, distribusi, hingga penjualan produk pertanian dan perikanan.
Ketertarikan Jack Ma terhadap sektor ini bukan tiba-tiba. Pada 2021 ia melakukan perjalanan riset ke berbagai kawasan pertanian Eropa, lalu mengunjungi Wageningen University & Research (WUR), universitas pertanian terbaik di dunia. Fokusnya jelas: mempelajari pertanian berkelanjutan, peternakan modern, hingga sistem perikanan masa depan.
Bill Gates: Pemilik Lahan Pertanian Terbesar di AS

Di Amerika Serikat, Bill Gates tercatat memiliki lahan pertanian seluas 275 ribu hektar, jumlah yang sangat besar dibandingkan total 895,3 juta hektar lahan pertanian di AS (2021). Tujuan investasi ini bukan untuk komersial semata melainkan meningkatkan produktivitas pertanian, memperkenalkan teknologi baru, dan membuka lapangan kerja.
Gates beranggapan bahwa modernisasi pertanian adalah salah satu kunci untuk menjaga stabilitas pangan dunia, sejalan dengan fokus filantropinya di bidang inovasi pertanian dan climate resilience.
Mark Zuckerberg: Bertani untuk Keberlanjutan

Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan juga menempatkan pertanian sebagai fokus utama keluarga mereka. Mulai dari pembelian lahan 700 hektar pada 2014, kemudian bertambah 600 hektar di 2021, kini total lahan pertanian mereka mencapai 1.500 hektar.
Areal tersebut dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan berkelanjutan, meliputi peternakan kuda, pembibitan tanaman, serta pertanian jahe dan kunyit organik. Langkah ini menunjukkan komitmen Zuckerberg terhadap praktik pertanian yang ramah lingkungan dan regeneratif.
Sinyal Kuat: Pertanian Adalah Masa Depan
Fenomena tiga tokoh teknologi besar dunia yang menaruh minat serius pada pertanian memberi pesan kuat: pertanian bukan lagi sektor tradisional, tetapi fondasi masa depan. Dengan inovasi, teknologi, dan praktik keberlanjutan, sektor ini menjadi solusi atas ancaman krisis pangan yang membayangi banyak negara.
Saat dunia berlomba memastikan ketahanan pangan, langkah para pemimpin teknologi ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian adalah industri strategis yang tidak boleh diabaikan.
