Pakar Pertanian Unsoed Ingatkan Dampak El Nino terhadap Potensi Menurunnya Produksi Pangan

Prof. Totok Agung Dwi Haryanto, Pakar Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. ANTARA/Sumarwoto.

Purwokerto, Greenmind — Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Totok Agung Dwi Haryanto ingatkan potensi menurunnya produksi pangan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dan suhu yang lebih panas dari kondisi normal.

Hal tersebut dinyatakan oleh Prof. Totok Agung Dwi Haryanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Selasa (31/3/2026).

“Fenomena El Nino akan menyebabkan musim kemarau memanjang, sehingga berdampak pada pertumbuhan dan produksi tanaman, khususnya tanaman pangan dan hortikultura,” ujar Prof. Totok dilansir dari ANTARA pada Selasa (31/3/2026).

Menurut Prof. Totok, dua faktor utama gangguan terhadap sektor pertanian umumnya disebabkan oleh kekurangan air dan peningkatan suhu udara.

Stres pada tanaman dapat dipicu dari kombinasi kedua faktor tersebut, pertumbuhan dapat terhambat, sehingga mengakibatkan tanaman gagal panen.

Prof. Totok mengatakan, curah hujan di wilayah Jawa Tengah masih relatif tinggi hingga akhir maret ini.

Sehingga tanda-tanda awal musim kemarau belum terlihat jelas meski sebelumnya Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan akan datang lebih cepat.

Oleh karenanya, diperlukan prediksi yang lebih akurat terkait waktu awal kekeringan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan tepat.

“Perlu kepastian kapan kekeringan mulai terjadi, sehingga petani bisa menyesuaikan pola tanam dan memilih jenis tanaman yang lebih toleran terhadap kondisi kering,” tutur Prof. Totok.

Prof. Totok mendorong petani untuk mulai mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan untuk menghadapi potensi tersebut.

Padi Gogo merupakan salah satu tanaman yang toleran terhadap kekeringan.

Prof. Totok juga menekankan pentingnya kesiapan benih dalam jumlah cukup mendukung laju masa tanam.

Hal tersebut dilakukan mengingat prediksi akan kondisi kemarau tahun 2026 sudah cukup lama dikemukakan oleh BMKG.

Menurut Prof. Totok, percepatan masa tanam pada musim tanam kedua (MT II) menjadi strategi penting agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum puncak musim kemarau terjadi.

“Pembibitan bisa dilakukan lebih awal, bahkan sebelum panen musim tanam pertama, sehingga setelah panen lahan bisa langsung diolah dan ditanami kembali,” ujar Prof. Totok.

Pengelolaan sumber daya air pun menjadi faktor penting untuk menghadapi musim kemarau panjang.

Pengoptimalan penggunaan pompa air dan pemanfaatan sumber daya air alternatif seperti sumur perlu dilakukan guna menjaga ketersediaan air bagi tanaman.

Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya solar juga menjadi unsur penting untuk mendukung operasional pompa air maupun mesin pertanian.

Oleh karenanya, Prof. Totok mendorong adanya kebijakan pemerintah yang memihak petani, terutama dalam hal kemudahan akses dan stabilitas tarif BBM.

“Perlu ada kebijakan yang memudahkan petani mendapatkan BBM dengan harga terjangkau, misalnya melalui skema subsidi atau distribusi khusus ke wilayah pertanian,” imbuh Prof. Totok.

Pentingnya menjaga kelancaran distribusi air melalui jaringan irigasi selama musim kemarau turut menjadi sorotan.

Menurut Prof. Totok, kegiatan perbaikan irigasi yang mengharuskan pengeringan saluran sebaiknya dibatasi selama musim kemarau, kecuali dalam kondisi mendesak.

“Jika tidak terlalu mendesak, perbaikan irigasi sebaiknya ditunda agar tidak mengganggu suplai air ke lahan pertanian, karena hal itu bisa berdampak pada proses tanam dan produksi,” pungkas Prof. Totok.

Prof. Totok berharap, berbagai langkah antisipatif yang muncul, dampak El Nino terhadap sektor pertanian dapat diminimalisir, sehingga target produksi pangan tetap tercapai serta ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Sumber:

Sumarwoto & Endang Sukarelawati. (2026, 31 Maret). Pakar Unsoed ingatkan dampak El Nino terhadap produksi pangan. ANTARA News. Diakses pada Selasa, 31 Maret 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5502586/pakar-unsoed-ingatkan-dampak-el-nino-terhadap-produksi-pangan

Editor: Inesia Dian

Bagikan ke :

Leave a Reply