Greenmind.id, Jakarta — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan keyakinannya terhadap potensi generasi muda dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelestarian lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Kementerian Kehutanan Tahun 2025 di Jakarta, Senin (13/10).
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 1.693 peserta dari berbagai daerah ini, Raja Antoni menekankan bahwa ASN muda adalah garda depan perubahan menuju tata kelola kehutanan yang lebih adaptif dan berkeadilan.
“Saya menolak ujaran bahwa Gen Z pemalas. Justru mereka lebih cepat belajar, adaptif, dan mampu membawa perubahan. Saya percaya generasi ini akan menjadi motor penggerak reformasi birokrasi hijau,” tegasnya.
Menteri juga menuturkan kisah pribadinya sebagai anak seorang ASN yang pernah merasakan masa sulit di masa lalu — mulai dari menerima jatah beras campur batu hingga akhirnya melihat perubahan besar dalam kesejahteraan aparatur negara.
“Sekarang, negara jauh lebih serius memperbaiki kesejahteraan ASN. Karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini. Tunjukkan kerja keras dan dedikasi kalian,” ujarnya.
Selain menguatkan semangat kerja generasi muda, Raja Antoni menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan untuk membangun birokrasi berbasis meritokrasi. Menurutnya, sistem yang adil dan transparan akan memastikan setiap ASN dihargai berdasarkan kinerja, bukan kedekatan.
Ia juga membagikan tiga prinsip hidup dan karier yang menjadi pegangannya:
- Dedikasi keilmuan — ilmu sebagai tangga sosial untuk memperbaiki nasib,
- Komitmen dan kerja keras,
- Kemampuan sosial — menghargai teman, atasan, dan junior sebagai bagian dari karakter kepemimpinan.
Sementara itu, Kepala Badan P2SDM Kemenhut, Indra Eksploitasia, menjelaskan bahwa peserta Latsar terdiri atas 993 orang golongan II dan 700 orang golongan III. Program ini dirancang untuk membentuk karakter ASN yang pelayan publik sejati: akuntabel, harmonis, kompeten, adaptif, dan kolaboratif.
Melalui pelatihan ini, Kementerian Kehutanan berharap lahir aparatur muda yang tak hanya cerdas secara administrasi, tetapi juga memiliki empati ekologis dan semangat menjaga bumi.
“Selamat datang di Kementerian Kehutanan. Bersyukurlah atas posisi ini, dan buktikan kontribusi kalian bagi hutan lestari,” tutup Menteri Raja Antoni penuh harap.
