Kasus Campak Meningkat: Dinkes Tangerang Imbau Anak-anak yang Bergejala Untuk Tak Masuk Sekolah Sementara

Ilustrasi: Dinas Kesehatan Kota Tangerang memberikan imunisasi Measleas Rubela (MR) kepada sejumlah murid di SDN Pamulang 1, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/pd/17.

Anak-anak yang mengalami gejala campak diimbau untuk tidak berangkat sekolah guna mencegah penularan lebih luas oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, pada Kamis (5/3/2026). Hal tersebut dilakukan karena adanya lonjakan kasus pada awal tahun 2026.

“Penuralan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan berasin,” ujar Dini Anggraeni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dilansir dari ANTARA (5/3/2026).

Dini mengatakan, kasus campak di Kota Tangerang mengalami peningkatan dan bersifat fluktuatif (naik turun) setiap minggunya, dengan jumlah kasus mencapai raturan setiap bulan sejak akhir 2025 sampai awal 2026.

“Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” ujar Dini.

Kelengkapan dan pemerataan imunisasi, campak, kondisi cuaca, serta tingginya potensi penularan virus campak yang menyebar melalui droplet batuk dan pilek diduga menjadi faktor meningkatnya campak.

“Satu kasus yang tidak segera tertangani, berpotensi menimbulkan penulran ke lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di sekolah,” tutur Dini.

Warga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam atau bercak kemerahan di kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Selain itu, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri apabila terdapat anggota keluarga yang terindikasi campak,” lanjut Dini.

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pun telah diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk memastikan setiap kasus dapat segera dilaporkan oleh fasilitas kesehatan.

“Sistem ini mempermudah pemantauan perkembangan kasus, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” pungkas Dini.

Sumber:

Achmad Irfan & Risbiani Fardaniah. (2026, 5 Maret). Kasus meningkat, anak bergejala campak diimbau tak masuk sekolah dulu. ANTARA News. Diakses pada Kamis, 5 Maret 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5453783/kasus-meningkat-anak-bergejala-campak-diimbau-tak-masuk-sekolah-dulu

Editor: Inesia Dian

Bagikan ke :

Leave a Reply