Indonesia Matangkan Persiapan Menuju COP30 Brasil 2025, Tegaskan Komitmen Emisi dan Pasar Karbon Nasional

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan pers terkait persiapan Indonesia menuju COP30 Brasil 2025 dalam pertemuan koordinasi delegasi nasional di Jakarta. Foto: Kemenlh.go.id

Greenmind, Jakarta — Pemerintah Indonesia terus mematangkan langkah menuju Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang akan digelar di Belém, Brasil, pada November 2025. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menegaskan komitmennya untuk tampil sebagai pemimpin aksi iklim global dengan memperbarui target penurunan emisi nasional dan memperkuat integritas pasar karbon domestik.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyampaikan bahwa Indonesia telah memperbarui Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) dengan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen melalui upaya sendiri, dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dokumen Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (NAP) yang akan diserahkan pada forum COP30.

“NAP ini menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam memperkuat langkah adaptasi yang terukur dan berbasis sains,” ujar Siti Nurbaya.

Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ari Sudijanto menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Persiapan COP30 (Pre-COP30) di Brasilia, Brasil, 13–16 Oktober 2025, untuk membahas penguatan adaptasi iklim dan implementasi Agenda Just Transition. Foto: Kemenlh.go.id

Sebagai bagian dari partisipasi aktif, Indonesia akan menghadirkan Paviliun Indonesia di area utama COP30 dengan empat fokus utama: pembiayaan iklim, konservasi alam, teknologi rendah karbon, serta implementasi aksi iklim. Paviliun ini juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan forum bisnis Seller Meet Buyer, yang mempertemukan pengembang proyek karbon Indonesia dengan calon investor global.

KLHK bersama Kementerian Luar Negeri dan berbagai kementerian terkait telah menggelar rapat koordinasi nasional dan forum pra-COP30 untuk menyelaraskan posisi diplomasi Indonesia di tingkat global. Fokus utama pemerintah adalah memperkuat transparansi dan integritas pasar karbon, serta memastikan bahwa manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan masyarakat di daerah.

Selain memperkuat diplomasi, pemerintah juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan masyarakat sipil dalam agenda iklim nasional. Sejumlah kegiatan seperti pelatihan, kampanye kesadaran lingkungan, dan forum diskusi telah digelar di berbagai kota besar untuk meningkatkan edukasi publik menjelang COP30.

Sebagai negara kepulauan dengan risiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim, kehadiran Indonesia di COP30 menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga ingin menjadi contoh negara yang serius menjalankan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” tegas Menteri Siti Nurbaya.

Sumber:

Editor: Inesia Dian

Bagikan ke :