Generasi Muda Suarakan Aksi Nyata untuk Bumi dalam Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2025

Tiga mahasiswa PNJ berbagi pengalaman usai mengikuti IYSF 2025, membahas peran generasi muda dalam inovasi kemasan berkelanjutan. Foto: Marelda/Greenmind

Greenmind, Jakarta – Antusiasme generasi muda terhadap isu lingkungan tampak jelas dalam gelaran International Youth Sustainability Forum (IYSF) 2025 yang berlangsung pada 18 Oktober 2025 di Jakarta. Forum yang mengusung tema “From Action to Passion: Youth Shaping Our Net Zero Future” ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berdiskusi dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan masa depan berkelanjutan.

Acara ini diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation, bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) serta Liberty Society. Menghadirkan lebih dari 20 pembicara nasional dan internasional yang berpengalaman di bidang lingkungan dan keberlanjutan, forum ini membahas isu-isu penting mulai dari kondisi alam Indonesia, inovasi keberlanjutan, hingga peran generasi muda dalam menekan emisi karbon.

Indonesia Youth Sustainability Forum 2025. Foto: Marelda/Greenmind

Dengan empat panel diskusi utama dan dihadiri lebih dari 500 peserta, IYSF 2025 memberikan wawasan baru bagi kalangan muda, termasuk tiga mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang turut berbagi pengalaman mereka setelah mengikuti acara ini.

“Banyak insight yang kami dapat, terutama bagi kami calon packaging engineer. Kami belajar bahwa desain kemasan bukan hanya soal tampilan menarik, tapi juga dampaknya terhadap lingkungan. Kemasan seharusnya tidak berakhir di TPA, melainkan bisa memberi manfaat kembali,” ujar Najwa, mahasiswa Teknologi Industri Cetak Kemasan PNJ.

Najwa menambahkan bahwa ketertarikannya mengikuti IYSF 2025 didorong oleh relevansi topik forum dengan pembelajarannya yang kini fokus pada packaging sustainability atau keberlanjutan kemasan.

Senada dengan Najwa, Gilang, mahasiswa dari jurusan yang sama, mengungkapkan bahwa materi yang dibawakan para pembicara sangat inspiratif dan aplikatif.

“Sebagai calon packaging engineer, kami juga belajar bagaimana mengelola limbah dengan bijak. Materi tentang isu lingkungan di forum ini sangat edukatif dan membuka wawasan baru,” ujarnya.

Sementara itu, Fitri menilai forum ini memperluas pandangannya tentang pentingnya inovasi ramah lingkungan.

“Saya belajar bahwa di masa depan, kemasan tidak seharusnya hanya menjadi sampah, tapi juga bisa didaur ulang agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan,” tutur Fitri.

Ketiga mahasiswa tersebut sepakat bahwa kegiatan seperti IYSF sangat penting bagi generasi muda dalam memperkuat kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi. Mereka berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata.

Sebagai generasi penerus bangsa, mereka juga menyuarakan harapan agar kesadaran lingkungan terus tumbuh, penggunaan transportasi umum meningkat, dan emisi karbon di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

“Harapan kami, semakin banyak anak muda yang ikut berkontribusi dalam menjaga bumi. Karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang berkelanjutan,” tutup Najwa.


Editor: Inesia Dian

Bagikan ke :