Greenmind, Bogor – Dalam rangka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 di Stadion Pakansari, Mini Zoo Taman Safari menghadirkan burung hantu jenis Tyto alba atau Serak Jawa. Selain jadi tontonan menarik, ternyata ada fakta unik yang bikin pengunjung penasaran: bagaimana cara membedakan burung hantu jantan dan betina?
Mukhlis, perwakilan dari Taman Safari, menjelaskan bahwa cara paling akurat tentu dengan tes DNA. Namun, ia juga membocorkan trik sederhana yang sering dipakai praktisi satwa.
“Kalau lagi dikumpulkan minimal dua ekor, biasanya kelihatan. Burung hantu jantan umumnya lebih kecil, sementara betina cenderung lebih besar,” ujar Mukhlis sambil tersenyum.
Pernyataan itu langsung mengundang tawa ringan dari pengunjung yang tampak membandingkan ukuran burung hantu yang ada di dekatnya. Bahkan ada yang bergurau, “Kalau sendirian berarti susah ya Om bedainnya?”
Mukhlis pun mengiyakan dengan santai.
“Iya, kalau sendiri agak sulit. Harus pakai DNA biar akurat. Jadi jangan asal tebak, nanti malah salah panggil ‘Mas’ ke yang ternyata ‘Mbak’,” canda Mukhlis yang membuat suasana semakin cair.
Fakta ini ternyata cukup menghibur sekaligus menambah wawasan. Si burung hantu yang tampak misterius di malam hari, ternyata punya cerita lucu di balik cara membedakan jenis kelaminnya.
Dengan gaya penyampaian ringan, edukasi konservasi yang biasanya terdengar serius jadi terasa dekat dan mudah dipahami pengunjung.
Post Views:72
Bagikan ke :
Related News
Anggota Kepolisian Metro Kota Tangerang mengambil sampel air Sungai Cisadane yang tercemar pestisida. Sumber: ANTARA.
Tim BKKBN bersinergi dengan KPK memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang, Senin (9/2/2026). ANTARA/HO-Humas BKKBN Aceh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setko Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, memimpin rapat koordinasi TNI–Polri terkait penanganan sampah di kolong Tol Papanggo, Senin (9/2/2026). (Foto: ANTARA)
Dua Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) berenang di Teluk Balikpapan, diabadikan oleh ilmuwan Stanislav Lhota dari Universitas South Bohemia. (Foto: (ANTARA /Stanislav Lhota))