ONNEX Air Scrubber Cocok untuk Bangunan Seperti Apa?

ONNEX telah terpasang di Terminal 21 Pattaya, Thailand untuk mendukung kualitas udara dalam ruangan yang optimal sekaligus meningkatkan efisiensi energi gedung.

Pertanyaan soal kesesuaian teknologi selalu dimulai dari konteks. ONNEX dirancang untuk menjawab satu masalah spesifik: terlalu banyak energi terbuang untuk mengolah udara luar yang panas dan lembap, padahal udara di dalam gedung sebenarnya bisa dibersihkan dan digunakan kembali secara lebih efisien.

Gedung yang paling cocok adalah gedung yang merasakan masalah itu paling berat.

Gedung Perkantoran

Gedung perkantoran menanggung beban ventilasi yang besar bukan karena ukurannya, tapi karena ritme kerjanya.

Ratusan hingga ribuan orang masuk setiap pagi, menghabiskan delapan jam lebih di dalam ruangan, lalu keluar. Proses itu berulang lima hingga enam hari seminggu. Selama itu, CO₂ terus diproduksi dari pernapasan, VOC terus dilepaskan dari furnitur dan material bangunan, dan sistem HVAC harus terus bekerja menjaga semuanya dalam batas aman.

Yang memperumit situasi adalah tekanan dari luar. Penyewa korporat kini tidak cukup puas dengan gedung yang sejuk dan nyaman, mereka butuh data kinerja energi yang bisa masuk laporan ESG mereka. Gedung yang tidak bisa menyediakannya perlahan kehilangan daya tawar di pasar sewa premium.

ONNEX kini terpasang di CW Tower, salah satu gedung perkantoran terkemuka di pusat kawasan Ratchada Bangkok, Thailand yang mendukung kenyamanan dan kualitas udara optimal di ruang kerjanya

CW Tower Bangkok membuktikan bahwa perubahan ini bisa dilakukan tanpa merombak sistem dari awal. Dengan 41 unit ONNEX yang dipasang pada akhir 2024, gedung seluas lebih dari 200.000 m² itu berhasil memotong kebutuhan udara luar hingga 72% dan konsumsi HVAC turun 21%. Hasilnya, sertifikasi gedung naik dari LEED Gold ke LEED Platinum.

Pusat Perbelanjaan

Mal punya tantangan yang berbeda. Bukan soal rutinitas yang konstan, tapi soal operasional yang hampir tidak pernah berhenti.

Tujuh hari seminggu, dari pagi hingga malam, sistem ventilasi melayani area luas dengan jumlah pengunjung yang tidak bisa diprediksi. Beban itu tidak kenal hari libur. Dan di iklim tropis, setiap meter kubik udara luar yang masuk membawa panas dan kelembapan yang harus diolah habis sebelum sampai ke pengunjung.

Terminal 21 Pattaya menjalankan sistem ini di area ber-AC seluas 45.790 m². Dalam satu tahun penuh, kebutuhan udara luar turun 26%, rata-rata kadar CO₂ terjaga di 577 ppm, dan penghematan energi HVAC mendekati 20%. Untuk bisnis properti retail yang margin operasionalnya sangat dipengaruhi biaya listrik, angka itu cukup signifikan.

Gedung Pendidikan dan Fasilitas Kesehatan

Di ruang kelas dan rumah sakit, kualitas udara punya konsekuensi yang lebih langsung.

Kadar CO₂ yang tinggi tidak hanya membuat ruangan terasa pengap. Penelitian menunjukkan korelasi nyata dengan penurunan konsentrasi dan kemampuan berpikir. Di fasilitas kesehatan, kontaminan udara yang tidak terkelola bisa berdampak langsung pada pasien dan tenaga medis.

Harvard University menerapkan sistem pembersih udara berbasis sorbent di lima gedungnya. Kebutuhan udara luar berkurang rata-rata 53% di seluruh gedung, sementara semua parameter kualitas udara tetap memenuhi standar ASHRAE. University of Miami mencatat penghematan energi HVAC 36% dan kualitas udara yang lebih baik dari sebelum pemasangan.

ONNEX dipasang di UHealth Fitness & Wellness Center milik University of Miami untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sekaligus efisiensi energi sistem HVAC.

Gedung Lama yang Belum Pernah Disentuh

Mungkin ini kategori yang paling banyak jumlahnya di Indonesia.

Gedung-gedung yang dibangun dua puluh hingga tiga puluh tahun lalu masih beroperasi dengan sistem HVAC yang sama dari awal. Masih berfungsi, tapi tidak efisien. Merenovasi sistem pendingin secara menyeluruh bukan opsi yang mudah, mahal, memakan waktu, dan mengganggu operasional.

ONNEX tidak butuh perombakan itu. Perangkat ini terintegrasi dengan Air Handling Unit yang sudah ada, tanpa perlu mengganti sistem utama. Efisiensi energi bisa naik, kualitas udara bisa membaik, dan peluang untuk mendapatkan atau meningkatkan sertifikasi hijau terbuka, semuanya dari sistem yang sudah berjalan.

Kenapa Indonesia Lebih Relevan dari Kebanyakan Negara

Hampir semua studi kasus yang ada dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa. Tapi justru di situlah ada kabar baik untuk Indonesia.

Teknologi sorbent ventilation bekerja paling efektif di iklim panas dan lembap. Logikanya sederhana: semakin berat beban pendinginan udara luar, semakin besar penghematan yang terjadi ketika volume udara luar itu berkurang. U.S. General Services Administration secara eksplisit mencatat hal ini dalam laporannya.

Udara luar di Jakarta atau Surabaya masuk ke sistem HVAC dengan suhu 35–40°C dan kelembapan hingga 90% sepanjang tahun. Kondisi itu lebih berat dari hampir semua lokasi studi kasus yang sudah ada. Artinya, potensi penghematan di gedung-gedung Indonesia bisa lebih besar dari yang terlihat di angka-angka yang dipublikasikan sejauh ini.

Artikel sebelumnya: ONNEX Air Scrubber dan Cara Kerjanya di Sistem HVAC

Bagikan ke :

Leave a Reply