Gocement Perkuat Pengadaan Material Konstruksi Ramah Lingkungan

Gocement Foto: Dokumentasi Gocement

Gocement, penyedia pengadaan bahan bangunan yang berdiri sejak 2020, berada di tengah dinamika pengelolaan material yang semakin menentukan kelancaran proyek konstruksi modern.

Ketika jadwal pekerjaan makin ketat dan kebutuhan logistik kian kompleks, proses memperoleh bahan bangunan menjadi faktor penting yang memengaruhi ritme pembangunan.

Ketersediaan bahan, ketepatan pengiriman, serta koordinasi distribusi sering kali menjadi penentu apakah proyek berjalan sesuai rencana atau mengalami hambatan.

Situasi ini mendorong industri mencari cara pengadaan yang lebih terstruktur agar perencanaan proyek dapat berlangsung lebih stabil. Dalam konteks tersebut, Gocement mengembangkan sistem business-to-business yang menghubungkan pelaku proyek dengan jaringan pemasok nasional dalam satu jalur pengadaan.

Berbagai kebutuhan material mulai dari bahan struktural hingga pelengkap konstruksi dapat diperoleh melalui satu tempat, sehingga distribusi lebih terkendali dan proses pengadaan menjadi lebih efisien. Skema ini diarahkan untuk memperkuat kepastian pasokan sekaligus menyederhanakan alur logistik proyek.

Kenapa Gocement?

Gocement memposisikan diri sebagai solusi pengadaan berbagai kebutuhan konstruksi dalam satu jalur distribusi. Skema ini mencakup penyediaan material utama proyek mulai dari readymix, semen dan mortar, besi, baja struktural, beton siap pakai, produk pracetak, pipa, hingga material pelengkap yang dirancang untuk mendukung kebutuhan konstruksi secara lebih terintegrasi.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan proyek yang menuntut efisiensi logistik dan konsistensi kualitas material.

Dengan jaringan pemasok yang tersebar, pengadaan dapat disesuaikan dengan lokasi proyek untuk meminimalkan hambatan distribusi.

Bagi pelaku konstruksi, sistem terintegrasi ini membantu perencanaan kebutuhan material menjadi lebih terukur.

Pengadaan Material dan Tuntutan Keberlanjutan

Sejalan dengan meningkatnya perhatian nasional terhadap isu lingkungan, sektor konstruksi juga didorong untuk mengurangi dampak ekologis melalui praktik pembangunan yang lebih bertanggung jawab.

Prinsip reduce, reuse, dan recycle mulai menjadi bagian dari diskursus industri, bersamaan dengan target pembangunan berkelanjutan yang dirumuskan dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Menanggapi arah tersebut, sejak 2025 Gocement mengembangkan inisiatif Gocement Green sebagai bagian dari dukungan terhadap konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Program ini berfokus pada penyediaan solusi material dan teknologi yang membantu proyek mengelola limbah, air, dan energi secara lebih efisien, sejalan dengan upaya menuju net zero emission.

Produk Gocement Green

Teknologi pengelolaan air limbah Zyclonic yang tersedia melalui Gocement Green untuk mendukung konstruksi ramah lingkungan. Foto: SCGC

Salah satu bentuk implementasi Gocement Green adalah kerja sama dengan Siam Cement Group (SCG) sebagai distributor resmi untuk menghadirkan solusi konstruksi berorientasi keberlanjutan.

Melalui kolaborasi ini, pengguna mendapatkan akses pada teknologi pengelolaan air limbah Zyclonic, sistem yang dirancang untuk mengolah air buangan agar dapat dimanfaatkan kembali.

Selain itu, tersedia teknologi peningkatan kualitas udara bangunan ONNEX yang membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mendukung efisiensi energi.

Di sektor energi, Gocement Green juga menghadirkan solusi alternatif melalui panel surya sebagai sumber energi terbarukan, serta Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu pemanfaatan limbah bernilai kalor menjadi bahan bakar alternatif.

Kehadiran teknologi ini memperluas pilihan proyek konstruksi untuk mengintegrasikan efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan dalam operasionalnya.

Selain produk teknologi lingkungan, Gocement tetap menyediakan lini material konstruksi utama yang dibutuhkan proyek harian, termasuk semen dan mortar, baja struktural, beton siap pakai, produk pracetak, pipa, serta material pelengkap lainnya.

Ketersediaan berbagai kategori material dalam satu jalur pengadaan ditujukan untuk mempermudah perencanaan distribusi dan pengelolaan kebutuhan proyek.

Perkembangan ini menunjukkan pergeseran pendekatan dalam industri konstruksi, di mana pengadaan material tidak hanya dipandang sebagai proses logistik, tetapi sebagai bagian dari strategi efisiensi dan keberlanjutan proyek.

Integrasi antara distribusi material dan solusi lingkungan menjadi salah satu arah yang semakin diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur modern.

Bagikan ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *