Greenmind, Semarang – Banjir besar melanda Kota Semarang dan sekitarnya sejak Jumat, 24 Oktober 2025. Peristiwa ini menelan dua korban jiwa dan menyebabkan puluhan ribu warga terdampak. Pemerintah Kota Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Korban pertama, Eko Rusianto (35), warga Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset ke arus banjir di Kolam Retensi Trimulyo saat membersihkan sampah tanpa pelampung. Sementara korban kedua, FAS (12), tenggelam di sekitar Jembatan Pertigaan Masjid Gebangsari, Kecamatan Genuk. Keduanya telah dievakuasi ke RSI Sultan Agung Semarang.
Menurut data Pemerintah Kota Semarang melalui PPID, sekitar 46.000 jiwa atau 25.000 kepala keluarga di Kota Semarang dan Kabupaten Demak terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya beberapa sungai besar seperti Kali Tenggang, Sringin, dan Kaligawe. Wilayah terparah meliputi Genuk, Gayamsari, Pedurungan, dan Tlogosari Kulon.
Hingga Senin, 27 Oktober 2025, tercatat 1.258 warga mengungsi di sejumlah titik seperti Balai Kelurahan Trimulyo, Masjid Baitul Muttaqin Genuk, dan SDN 03 Tlogosari. Pemerintah menyiapkan dapur umum, pompa air berkapasitas besar, serta posko kesehatan di kawasan terdampak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan senilai Rp410 juta, mencakup beras, sembako, dan obat-obatan. Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan modifikasi cuaca guna mempercepat penanganan jangka pendek.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung kawasan Kaligawe dan meminta percepatan normalisasi saluran air serta optimalisasi pompa banjir. Ia menyebut delapan unit pompa besar telah difungsikan kembali untuk menurunkan genangan air yang sempat mencapai ketinggian 70 sentimeter.
Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun, meliputi kerusakan rumah, fasilitas publik, jalan utama Pantura, serta jaringan listrik dan air bersih. Estimasi tersebut berdasarkan laporan sementara BPBD Kota Semarang. Pemerintah menargetkan normalisasi total dalam tujuh hari ke depan apabila kondisi cuaca membaik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di area genangan dan selalu mengikuti informasi resmi pemerintah.
“Arus air di kolam retensi dan saluran bisa berubah cepat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya, Senin (27/10).
Sumber:
- Pemerintah Kota Semarang. (2025, 23 Oktober). Informasi Banjir Kota Semarang Oktober 2025. PPID Kota Semarang. https://ppid.semarangkota.go.id/informasi-banjir-kota-semarang-oktober-2025/
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2025, 27 Oktober). Atasi Banjir Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Upaya Modifikasi Cuaca. https://jatengprov.go.id/publik/atasi-banjir-semarang-gubernur-ahmad-luthfi-dorong-upaya-modifikasi-cuaca/
- Yasin, T. (2025, 27 Oktober). Gus Yasin: 46 Ribu Orang di Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir. Kumparan. https://kumparan.com/kumparannews/gus-yasin-46-ribu-orang-di-semarang-dan-demak-jadi-korban-banjir-267vIOrOVWv
- Detikcom. (2025, 27 Oktober). Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Senilai Rp 410 Juta ke Korban Banjir Genuk. https://news.detik.com/bangun-indonesia/d-8179998/ahmad-luthfi-salurkan-bantuan-senilai-rp-410-juta-ke-korban-banjir-genuk
- Riyantoto, A. D. (2025, 27 Oktober). Banjir Kaligawe Mulai Surut, Wagub Taj Yasin Minta Terus Lakukan Percepatan. Radar Semarang. https://radarsemarang.jawapos.com/jateng/726751394/banjir-kaligawe-mulai-surut-wagub-taj-yasin-minta-terus-lakukan-percepatan
- Tempo.co. (2025). 2 Orang Tewas Tenggelam di Banjir Semarang. https://www.tempo.co/lingkungan/2-orang-tewas-tenggelam-di-banjir-semarang-2083530
Editor: Inesia Dian
