Jimmy Gani: Hubungan Dunia Pendidikan, Bisnis, dan Keberlanjutan Harus Saling Menguatkan

Jimmy Gani menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, bisnis, dan keberlanjutan sebagai langkah bersama menuju pembangunan yang berkelanjutan. Foto: Inesia/Greenmind

Greenmind, Jakarta – Hubungan dunia pendidikan, bisnis, dan keberlanjutan menjadi kunci penting dalam membangun masa depan yang seimbang antara kemajuan ekonomi dan kepedulian sosial. Hal ini ditegaskan oleh Jimmy Gani, CEO Bakrie Center Foundation (BCF), dalam Indonesia Youth Sustainability Forum 2025 di Jakarta.

Jimmy menjelaskan bahwa berbagai persoalan besar tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah utama menuju pembangunan yang berkelanjutan.

“Saya selalu percaya bahwa untuk menyelesaikan persoalan penting di dunia, dibutuhkan kerja sama. Tidak ada satu kelompok pun yang bisa berjalan sendiri,” ujar Jimmy.

Ia menjabarkan peran masing-masing unsur dalam ekosistem keberlanjutan. Dunia pendidikan bertugas menanamkan kesadaran dan membekali generasi muda dengan ilmu serta kepedulian sosial. Pemerintah menciptakan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik, sementara lembaga sosial mendorong inisiatif yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Akademisi melakukan penelitian dan pemberdayaan, pemerintah membuat kebijakan, dan lembaga sosial menggerakkan program yang nyata. Semua ini harus saling terhubung agar hasilnya terasa,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kelompok usaha Bakrie, Jimmy menegaskan bahwa BCF berperan menghubungkan dunia bisnis dengan pendidikan. “Perusahaan memang mencari keuntungan, tetapi keuntungan itu tidak boleh berhenti di angka. Harus ada manfaat yang kembali ke masyarakat,” katanya.

Ia memperkenalkan gagasan tentang keuntungan yang berdampak, yaitu keuntungan yang tidak hanya menumbuhkan bisnis tetapi juga memperbaiki lingkungan dan memberdayakan masyarakat. “Kalau keuntungan dikembalikan untuk memperbaiki lingkungan, maka tercipta siklus yang berkelanjutan. Bisnis tetap berjalan, masyarakat berkembang, dan bumi ikut terjaga,” tutur Jimmy.

Jimmy menutup dengan pesan bahwa keseimbangan antara dunia pendidikan, bisnis, dan keberlanjutan adalah fondasi bagi kemajuan bangsa. “Tidak cukup hanya mencari untung. Dunia pendidikan harus mendidik, dunia usaha harus berdampak, dan semua pihak harus saling menguatkan,” ujarnya.

Bagikan ke :