Bagi Dennis Guido, bicara soal gerakan hijau bukan cuma urusan teknologi canggih atau proyek besar yang viral di media. “Green revolution” yang sesungguhnya, katanya, justru bermula dari kebiasaan paling sederhana — bahkan dari cara kita makan setiap hari.
“Banyak orang sekarang fokus ke hal-hal besar, kayak mobil listrik atau bahan bakar ramah lingkungan,” ujarnya saat berbincang dengan Greenmind.id. “Padahal, hal kecil juga bisa banget bantu ngurangin emisi. Misalnya naik transportasi umum, pilih tempat kerja yang deket dari rumah, atau sadar sama pilihan makanan kita.”
Dennis percaya, perubahan besar harus ditopang oleh kebiasaan kecil yang konsisten. Sebagai seseorang yang punya ketertarikan pada isu pangan, ia menyoroti betapa pentingnya memilih sumber makanan yang dekat dengan tempat tinggal. “Kalau kita beli makanan dari jauh, proses pengirimannya aja udah nyumbang emisi gas lebih banyak,” katanya.
Menurutnya, membeli bahan pangan dari petani lokal bisa jadi bentuk kontribusi nyata yang sering diremehkan. Selain mengurangi jejak karbon, langkah ini juga memperkuat ekonomi komunitas sekitar. “Kita bisa mulai dari yang paling dekat — sayur dari petani sekitar, makanan rumahan, bukan yang dikirim ribuan kilometer,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, Dennis mengingatkan bahwa sampah makanan (food waste) masih menjadi persoalan besar yang jarang disadari banyak orang. “Food waste itu kontribusi loh ke lingkungan,” ujarnya. “Sisa makanan yang dibuang akhirnya dibakar, dan itu menghasilkan emisi juga.”
Bagi sebagian orang, isu lingkungan sering terasa jauh — identik dengan hutan, laut, dan perubahan iklim global. Tapi Dennis punya cara pandang berbeda. “Padahal, lingkungan itu bukan cuma alam yang jauh di luar sana,” katanya. “Ada di sekitar kita, di dapur kita, di piring kita.”
Ajakan Dennis sederhana tapi menggugah: mulailah dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan hari ini. Tidak membuang makanan, membeli dari petani lokal, naik transportasi umum, atau memilih bekerja lebih dekat dari rumah. Karena menjaga bumi bukan sekadar slogan — tapi cara kita hidup setiap hari.
