Greenmind.id, Majalengka — Sebanyak 81 pelajar SMA/SMK dan mahasiswa di Majalengka ikut serta dalam kegiatan Belajar Lestari dari Rimbawan (Bestari Rimba) bertema “Forest Explorer – Citizen Science untuk Generasi Muda” di KHDTK Sawala Mandapa, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (24/9).
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) bekerja sama dengan Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten ini menjadi ruang belajar interaktif bagi anak muda untuk mengenal hutan dari dekat — tidak hanya melalui teori, tetapi lewat pengalaman langsung di lapangan.
Kepala Pusgenri Luckmi Purwandari mengatakan bahwa Bestari Rimba bertujuan menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian hutan melalui konsep citizen science atau ilmu pengetahuan partisipatif.
“Melalui pendekatan citizen science, adik-adik tidak hanya diajak mencintai alam, tapi juga belajar menjadi peneliti hutan muda. Inilah langkah awal melahirkan para forest guardian masa depan,” ujar Luckmi.
Dalam sesi edukasi bertema “Citizen Science: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Hutan dan Mendukung FOLU Net Sink 2030,” Kepala Seksi Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Halu Oleo, menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam ilmu pengetahuan lingkungan kini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim.
“Citizen science membuka ruang bagi siapa pun untuk mengamati flora, fauna, dan ekosistem sekitar. Data sederhana dari masyarakat bisa jadi dasar penting kebijakan pelestarian alam,” jelasnya.
Usai sesi edukasi, peserta dibagi menjadi tujuh kelompok dan berkeliling ke empat pos tematik Forest Explorer dengan metode learning by doing.
- Pos 1 (Biodiversity Treasure Hunt): peserta mencatat keragaman flora dan fauna.
- Pos 2 (Eco-Services in Action): simulasi peran hutan dalam siklus air dan penyerap karbon.
- Pos 3 (Forest Healers): praktik pembibitan dan pemulihan hutan.
- Pos 4 (Citizen Science Challenge): mengenal jenis pohon lewat identifikasi morfologi.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan empati ekologis dan kepedulian terhadap pelestarian hutan. Dengan semangat forest guardian, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Program Bestari Rimba menunjukkan bahwa melestarikan hutan bukan hanya tugas rimbawan, tetapi gerakan bersama yang bisa dimulai dari langkah kecil para pelajar hari ini.
