Semangat Gotong Royong Anak Muda untuk Indonesia Hijau dan Berkeadilan

Opening Speech : Nadia Habibie

Greenmmind, Jakarta – Indonesia Youth Sustainability Forum (IYSF) 2025 resmi dibuka dengan seruan kuat kepada generasi muda untuk berperan aktif dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang hijau, adil, dan berkelanjutan. Forum yang mengusung tema “From Passion to Action: Youth Shaping Our Net Zero Future ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong dalam menghadapi krisis iklim.

Dalam sambutannya, Nadia Habibie, IYSF Advocate 2025 menyampaikan bahwa transisi menuju Net Zero Emission bukan sekadar upaya mengurangi emisi, tetapi juga membangun kesejahteraan baru yang berkeadilan. “Kita memiliki tanggung jawab untuk membantu membuka jalan menuju kehidupan yang nyaman, rendah emisi, dan penuh peluang bagi semua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peralihan menuju ekonomi hijau harus dipandang sebagai peluang, bukan beban. Menurutnya, sektor energi bersih, kendaraan listrik, penyediaan air bersih, hingga industri kreatif ramah lingkungan memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru. “Transisi hijau bukan soal pengorbanan, tapi tentang memperbesar martabak kesejahteraan dengan cara yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, ia juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku individu sebagai langkah awal menuju keberlanjutan. Berdasarkan riset World Resources Institute, beberapa kebiasaan sederhana seperti menggunakan transportasi umum, mengurangi penggunaan plastik, dan mendukung produk lokal ramah lingkungan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan emisi.

Selain itu, Nadia Habibie menggambarkan tantangan generasi muda melalui tiga tokoh simbolik  Nabil, Susi, dan Lili  yang merepresentasikan gaya hidup dan kesadaran lingkungan berbeda di masyarakat. Melalui kisah tersebut, ia mengajak para pemuda untuk membantu komunitas lain mencapai kesejahteraan tanpa meniru pola pembangunan padat emisi.

“Indonesia memiliki lebih dari 65 juta anak muda yang bisa menjadi penggerak perubahan. Jika semua berkolaborasi membawa semangat inovasi dan aksi nyata, kita dapat menumbuhkan kesejahteraan tanpa merusak bumi,” katanya.

Pesan penutup dengan ajakan kepada seluruh pemuda untuk bersama-sama berkontribusi dalam transisi hijau yang adil dan inklusif. “Transisi hijau bukan hanya soal menurunkan emisi, tapi tentang inovasi, kolaborasi, dan keberanian menciptakan terobosan baru. Saatnya anak muda mengambil peran nyata dalam membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan ke :