Greenmind.id, Jakarta – Indonesia diperkirakan akan kesulitan mencapai target penurunan emisi karbon. Puncak emisi sektor energi yang sebelumnya diprediksi terjadi pada 2030, kini mundur menjadi 2035, akibat ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batubara.
Rencana Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024–2060 menyebutkan produksi listrik dari PLTU akan mencapai puncaknya pada 2037. Selain itu, Kebijakan Energi Nasional (KEN) menunjukkan bahwa 79% bauran energi Indonesia pada 2030 masih berasal dari energi fosil.
Menurut laporan Tempo.co, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengakui adanya keterlambatan dalam transisi energi bersih. Penundaan puncak emisi sektor energi hingga 2035 dinilai sebagai langkah realistis menghadapi permintaan energi nasional yang terus meningkat, meski di sisi lain menimbulkan kekhawatiran atas pencapaian target net zero emission (NZE) tahun 2060.
Koalisi masyarakat sipil, Just Coalition for Our Planet (JustCOP), menilai keterlambatan ini menunjukkan ketidaksesuaian kebijakan energi nasional dengan komitmen iklim global. Syaharani, Kepala Divisi Iklim dan Dekarbonisasi Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), mengatakan setiap negara seharusnya memetakan puncak emisi karbon sebelum menurun untuk mencegah dampak pemanasan global yang fatal.
Selain faktor energi fosil, partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan perubahan iklim dinilai masih rendah. Torry Kuswardono, Koordinator Sekretariat Aliansi Rakyat untuk Keadilan Iklim, menyebut mekanisme partisipasi saat ini cenderung tokenistik dan kurang transparan. Ia mendorong proyek-proyek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang lebih inklusif dan berbasis masyarakat.
Untuk mengejar target, pemerintah perlu meningkatkan investasi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, menghapus subsidi energi fosil, serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam perencanaan kebijakan iklim. Dengan langkah strategis dan komitmen yang konsisten, Indonesia masih memiliki peluang mencapai net zero emissions dan berkontribusi dalam upaya global melawan perubahan iklim.
Sumber:
Infobanknews. (2025, Oktober 14). Indonesia sulit capai target penurunan emisi karbon, ini penyebabnya. Infobanknews. https://infobanknews.com/indonesia-sulit-capai-target-penurunan-emisi-karbon-ini-penyebabnya/
Berita Moneter. (2025, Oktober 14). Indonesia sulit capai target penurunan emisi karbon. Berita Moneter. https://beritamoneter.com/indonesia-sulit-capai-target-penurunan-emisi-karbon/
