20 Kura-Kura Rote Kembali ke Alam, Menhut Raja Antoni Dorong Kolaborasi Konservasi

Greenmind.id, Rote Ndao — Sebuah langkah nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati kembali dilakukan pemerintah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin langsung pelepasliaran 20 individu Kura-Kura Leher Ular Rote (Chelodina mccordi) di habitat alaminya, Danau Ledulu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (21/10/2025).

Kura-kura endemik ini termasuk salah satu dari 25 spesies kura-kura paling langka di dunia, dan kini berstatus kritis (Critically Endangered). Upaya pelepasliaran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memulihkan populasi satwa langka Indonesia.

“Menjaga Rote sama dengan menjaga Indonesia. Tanpa kura-kura leher ular, maka tak ada Indonesia. Ini bagian dari kekayaan alam yang wajib kita lindungi,”ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di sela kegiatan pelepasliaran.

Sebelum kembali ke alam, seluruh kura-kura telah melalui proses karantina dan observasi ketat selama tiga bulan mulai dari pengecekan kesehatan hingga perilaku alaminya. Proses ini dilakukan di bawah pengawasan PT Alam Nusantara Jayatama dan Vantara Nature Rescue and Rehabilitation Center, dengan dukungan BRIN, BBKSDA NTT, serta kelompok masyarakat lokal Rote.

Langkah ini juga mencerminkan semangat konservasi kolaboratif, di mana pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta bersatu dalam menjaga keseimbangan alam.

“Konservasi bukan pekerjaan segelintir orang. Ini kerja bersama untuk memastikan pembangunan berkelanjutan tetap berpihak pada alam,” tambah Menhut Raja Antoni.

Kura-Kura Leher Ular Rote menjadi simbol harapan bagi masa depan ekosistem air tawar Indonesia, sekaligus pengingat bahwa setiap upaya kecil menjaga satwa, berarti turut menjaga keberlanjutan bumi.

Bagikan ke :